TEKNIK RISET PEMASARAN DI PERUSAHAAN PT. SEMEN TONASA WILAYAH MAKASSAR

Posted: April 12, 2011 in Uncategorized

BAB  III

RISET PEMASARAN

3.1 Defenisi

3.1.1 Definisi Riset

Riset pasar adalah proses yang sistematis untuk mengumpulkan, mencatat dan menganalisis data-data mengenai costumer, pesaing dan pasar yang membantu dalam membuat business plan, meluncurkan produk baru, memperluas pasar, dsb. Riset pasar dapat digunakan untuk menentukan proporsi dari populasi target pasar berdasarkan variabel-variabel seperti usia, jenis kelamin, domisili dan tingkat pendapatan. Sehingga perusahaan dapat mempelajari lebih dalam mengenai costumer yang ada dan potensial.

Terminologi penelitian merupakan terjemahan dari kata research dalam bahasa Inggris. Banyak ahli atau pengarang mengindonesiakan kata research menjadi riset. Kata penelitian atau riset memang mempunyai makna yang sama dan selalu dipertukarkan.  Akan tetapi, adakalanya secara bahasa, kata riset lebih enak didengar.

Adapun secara etimologis, research berasal dari kata “re” yang berarti berulang-ulang dan “search’ yang berarti mencari, menjelajahi, atau menemukan makna. Dengan demikian, penelitian atau riset berarti mencari, menjelajahi atau menemukan makna kembali secara berulang-ulang.

Riset berasal dari bahasa Inggris ,research menurut The Advanced Learner’s Dictionary of Current English (1961) ialah penyelidikan atau pencarian yang seksama untuk memperoleh fakta baru dalam cabang ilmu pengetahuan.

Menurut Fellin, Tripodi dan Meyer (1969) riset adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat disampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peniliti lain.

Ciri-ciri riset adalah sebagai berikut, yaitu bahwa riset :

1.      Dilakukan dengan cara-cara yang sistematik dan seksama.

2.      Bertujuan meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan (manambah pembendaharaan ilmu pengetahuan).

3.      Dilakuka melalui pencarian fakta yang nyata.

4.      Dapat disampaikan (dikomunikasikan) oleh peneliti lain.

Dapat diuji kebenarannya (diverifikasi) oleh peneliti lain.

Cara meriset Pasar :

1.        Amati situasi Pasar. Ikuti informasi-informasi terbaru tentang situasi pasar berkaitan dengan produk yang anda promosikan. Pelajari Merchant-Merchant yang memiliki angka penjualan terbaik.

2.        Ukur permintaan terhadap produk.

3.        Cek persaingan antar penjual.

Landasan riset pada dasarnya ialah pengetahuan (science), dan ilmu pengetahuan itu sendiri dikembangkan melalui riset. Jadi, terdapat keinginan yang erat antara riset dan ilmu pengetauan.

3.1.2 Definisi Pemasaran

Pemasaran merupakan kata lain dari marketing yang berasal dari kata market yang artinya pasar. Para ahli mengemukakan defenisi pemasaran secara berbeda yaitu:

David J. Rachman dalam bukunya “Business Today”, (1990 ; 294) mengatakan bahwa pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan pelaksanaan konsep-konsep penetapan harga, promosi, distribusi barang dan jasa untuk menghasilkan pertukaran yang memuaskan pelanggan serta tujuan organisasi.

Definisi pemasaran menurut Sofyan Assaury (1984 ; 3) adalah hasil prestasi kerja dari kegiatan usaha yang berkaitan dengan mengalirnya barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

Sedangkan menurut Alex S. Nitisemito (1984 ; 13 ) adalah semua kegiatan yang bertujuan untuk memperlancar arus barang  atau jasa dari produsen ke konsumen secara efisien dan efektif.

Banyak defenisi yang diberikan para ahli/praktisi pemasaran. Mereka menguraikan dengan kalimat berbeda, namun tujuannya sama yaitu pemasaran adalah suatu proses penyampaian barang dan jasa dari tingkat produsen sampai ke titik konsumen yang di dalamnya terdapat lembaga-lembaga pemasaran yang sangat berperan.

3.1.3 Definisi Riset Pemasaran

Para ahli mengemukakan defenisi riset pemasaran secara berbeda. Beberapa pendapat ahli tentang riset pemasarn yaitu:

Malhotra dalam “American marketing Association (AMA) mengatakan riset pemasaran adalah identifikasi, pengumpulan, analisis dan penyebaran (pembagian) informasi yang sistematis dan objektif untuk meningkatkan pengambilan keputusan yang berhubungan dengan identifikasi dan solusi masalah-masalah dan kesempatan-kesempatan dalam pemasaran.

Sudman dan Blair memberikan pengertian sederhana. Menurut mereka riset pemasaran adalah semua aktivitas yang memberikan informasi untuk mengarahkan keputusan-keputusan pemasaran.

Riset Pemasaran ialah suatu kegiatan pengumpulan (colecting), pengolahan (Processing) dan analisis seluruh fakta atau data yang menyangkut persoalan yang berhubungan pemindahan dan penjualan (transfer dan sale) barang-barang dan jasa-jasa (good dan service) dari produsen ke konsumen (producer dan consumers) dari defenisi tersebut jelaslah, bahwa riset pemasaran adalah riset pada setiap fase kegiatan pemasaran (research on any phase) of marketing, jadi tidak terbatas pada riset yang hanya mencakup suatu tipe persoalan pemasaran saja.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa riset pemasaran adalah proses identifikasi, pengumpulan, analisis, dan penyebaran informasi tentang masalah-masalah dan kesempatan-kesempatan pasar  secara sistematis, di mana hasil yang diperoleh dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk membuat keputusan-keputusan untuk mengevaluasi, memonitor, dan mengoptimalkan performa perusahaan.

3.1.4 Arti dan Kegunaan data pada Umumnya dan Khususnya Data Pemasaran

Data adalah sesuatu yang diketahui atau dianggap. Data mempunyai sifat bisa memberikan gambaran tentang suatu keadaan/persoalan. Data Penduduk, data harga, data keuangan, data produksi, data penjualan. Menurut ilmu manajemen, perencanaan (planning) sangat diperlukan di dalam usaha untuk mencapai tujuan (objective atau goal).

Pembagian data Pemasaran menurut sifatnya, sumbernya dan waktu pengumpulannya.

1.      Menurut Sifatnya

a.       Data kualitatif : data yang tidak berbentuk angka

b.      Data Kualitatif : data yang berbentuk angka

2.      Menurut sumbernya

a.       Data internal (primer) : data yang berasal dari suatu perusahaan yang menggambarkan keadaan/kegiatan perusahaan tersebut.

b.      Data Eksternal (sekunder) : data yang berasal dari luar perusahaan yang menggambarkan perkembangan-perkembangan sosial ekonomi yang mungkin mempengaruhi pertumbuhan perusahaan yang bersangkutan. Data ini dapat diambil dari internet atau dari pusat Stasistik.

3.       Menurut Waktu Pengumpulanya

a.       Cross Secton Data yaitu data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu untuk mengambarkan keadaan/kegiatan pada waktu yang bersangkutan (bisa hari minggu, bulan, kwartal, tahun yang bersangkutan).

b.      Time Series Data yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu.

Metode Pengumpulan Data dan beberapa Contoh Sampling

Pada dasarnya ada tiga macam metode pengumpulan data, yaitu :

1.      Metode Pengumpulan Data dengan jalan mencatat seluruh elemen yang menjadi obyek penyelididkan.

Kumpulan dari seluruh elemen tersebut dinamakan populasi atau universe. Elemen-elemen itu bisa berupa : orang, rumah tangga, perusahaan industri, petak sawah, bintang-bintang, dan lain sebagainya.

Metode Pengumpulan data yang demikian disebut sensus. Sensus berarti pencatatan yang menyeluruh terhadap elemen-elemen yang menjadi obyek penyelidikan.

2.      Metode Pengumpulan data dengan jalan mencatat sebagian kecil dari populasi atau dengan perkataan lain mencatat sampelnya saja. Metode pengumpulan data seperti ini disebut dengan sampling.

3.      Metode pengumpulan data dengan jalan mengambil beberapa elemen, dan sering tidak jelas populasinya, kemudian masing-masing elemen diselidiki dengan cara mendalam.

SAMPLING

Sampling adalah suatu cara pengumpulan data yang sifatnya tidak menyeluruh, artinya tidak mencakup seluruh obyek penyelidikan (populasi) akan tetapi hanya sebagian dari populasi saja, yaitu hanya mencakup sampel yang diambil dari populasi tersebut.

Pada dasarnya ada dua macam sampling yaitu :

a.       Probability Sampling adalah suatu sampling dimana penelitian obyek atau elemen dari populasi yang akan dimasukkan di dalam sampel didasarkan atas nilai-nilai probability atau nilai kemungkinan.

b.      Non Propability Sampling, penggunaan Probabiliity sampling ini penting sekali apabila kita akan membuat analisa statistik yang mendalam, misalnya ingin membuat interval estimate atau pengujian hipotesa atau hasil riset tersebut. Kalau soalnya hanya ingin membuat poiny estimate misalnya rata-rata, presentase, ratio  maka cukup hanya dengan Non Probability Sampling.

Beberapa Contoh Probability Sampling :

1.      Sampel Random

2.      Strarified Sampling

3.      Systematic sampling

Beberapa Contoh Non Probability Sampling

1.      Accidental Sampling (tidak ada pembatasan sampling)

Adalah sampling dimana cara memilih elemen-elemen untuk menjadi anggota sample ditentukan dengan subyektif sekali, artinya sesuka hati saja dan hasilnya kasar sehingga kurang mewakili.

2.      Quota Sampling

Ialah sampling seperti stratified sampling akan tetapi jumlah elemen dari setiap stratum ditentukan dahulu.

3.      Purposive Sampling (ada pembatasan populasi)/judgement

Yaitu sampling dimana pengambilan elemen-elemen yang dimasukkan dalam sampel dilakukan dengan sengaja, dengan catatan  bahwa sampel tersebut representatif atau mewakili populasi. Sering juga disebut judgement sampling.

Alat Untuk Memperoleh Informasi dari Responden :

1.      Observasi/Pengamatan (dengan Mata)

2.      Interview atau wawancara (dengan mulut), mempunyai daftar pertanyaan (questioner)

3.      Dengan Telepon

4.      Dengan Surat Menyurat

5.      Melakukan Dengan Pencatatan

3.2 Ruang Lingkup Riset Pemasaran

Riset Pemasaran dalam arti luas pada umumnya mencakup :

A.    Riset Kesempatan Menjual (Sales Opurtunity Reserch) yang dibagi menjadi dua yaitu :

1.      Riset Barang Produksi (Product Reserch)

2.      Riset Pemasaran (Market Reserch) dalam arti sempit

B.     Riset di dalam Usaha Menjual (Seles effort Research) yang bisa dibagi menjadi tiga, yaitu :

1.      Riset Organisasi Penjualan (sales Organization Research)

2.      Riset tentang saluran distribusi (Channel of Distribution Research)

3.      Riset Advertensi (Advertising Research)

Pada dasarnya riset pemesaran dalam arti yang lebih luas bisa dikategorikan menjadi dua, yaitu :

1.      Riset untuk mencari kesempatan menjual (Opportunity to Sale) yang kemudian bisa dimanfaatkan sepenuhnya.

2.      Riset Untuk mencari cara yang paling efisien untuk memanfaatkan kesempatan yang telah diperoleh, jangan sampe kehilangan kesempatan menjual (loss of opportunity sale).

Bagian riset dari suatu perusahaan atau lembaga riset mendapat tugas dari pimpinan untuk melakukan suatu penelitian pasar untuk menentukan jumlah orang menurut umur, jenis kelamin, pendapatan, daerah tempat tinggal menurut geografis dan menurut “Urban” dan “rural”. Hal ini perlu mengetahui siapa sebenarnya dari golongan masyarakat yang mempergunakan barang produksi yang diprodusir oleh perusahaan teresebut, berapa jumlah yang diperlukan. Persoalan tersebut dicakup di dalam riset pemasaran dalam arti yang sempit yang disebut riset pasar (market research).

3.3 Tujuan

3.3.1 Tujuan Riset Pemasaran

Tujuan riset pemasaran ada dua yakni:

1.   Riset Identifikasi Masalah

Adalah riset yang dilakukan untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi oleh perusahaan.  Riset identifikasi masalah mencakup: riset potensi pasar, riset pangsa pasar, riset citra merek,riset prilaku konsumen, riset karakteristik pasar, riset penjualan, riset peramalan, dan riset bisnis.

Meliputi :

a.       Riset potensi pasar

b.      Riset pangsa pasar

c.       Riset citra

d.      Riset karaktristik produk

e.       Riset analisis penjualan

f.       Riset prediksi

g.      Riset kecenderungan bisnis

2.   Riset Pemecahan Masalah

Yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah :

a.       Riset segmentasi

b.      Riset produk

c.       Riset penetapan harga

d.      Riset promosi

e.       Riset distribusi

Tahapan Identifikasi Masalah

Dalam melakukan identifikasi masalah diperlukan tahapan-tahapan sesuai alur dalam tabel di bawah ini :

 

Riset pemecahan masalah adalah riset yang dilakukan untuk memecahkan masalah yang terjadi diperusahaan dan menentukan strategi-strategi yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Riset pemecahan masalah mencakup riset segmentasi, riset produk, riset harga, riset promosi, dan riset distribusi.

a.    Riset Segmantasi

1)   Penentuan variable segmentasi

2)   Pengukuran potensi pasar dan tanggapan segmen

3)   Evaluasi daya tarik segmen

4)   Penentuan profil segmen

b.   Riset Produk

1)   Uji konsep

2)   Uji desain optimal produk

3)   Uji paket produk

4)   Modifikasi produk

5)   Brand positioning dan respositioning

c.    Riset Harga

1)   Penetapan harga awal

2)   Penetapan harga lini produk

3)   Inisiasi dan respons terhadap perubahan harga

4)   Analisis harga optimal

d.   Riset Promosi

1)   Anggaran promosi yang optimal

2)   Bauran promosi yang optimal

3)   Keputusan media

4)   Keputusan format pesan

5)   Selling point

e.    Riset Distribusi

1)   Menentukan tipe  distribusi

2)   Lokasi riset dan grosir

3)   Manajemen logistik

4)   Menentukan marjin saluran

5)   Menentukan channel bonding

3.4 Metode-Metode Riset

3.4.1 Metode-Metode Riset Pemasaran

Metode riset yang digunakan dalam penelitian pemasaran adalah riset kuantitatif dengan pendekatan eksploratif, deskriptif, dan kausal.

1.      Riset Eksploratif

Riset ini mempunyai maksusd sebagai berikut : riset awal yang dilakukan untuk mengklarifikasikan dan mendefenisikan suatu masalah, dikarenakan peneliti mempunyai gambaran yang jelas mengenai apa masalah yang sebenarnya yang akan diteliti. Riset eksploratori membantu memformulasikan masalah secara lebih tepat. Karakteristik riset tersebut bersifat fleksibel dan tidak untuk mencari kesimpulan akhir, melainkan lebih mengedepankan proses.

Metode dalam riset eksploratori biasanya menggunakan :

  • Survey yang dilakukab para ahli
  • Studi kasus
  • Analisa data sekunder
  • Riset kualitatif dalam bentuk FGD

2.   Riset Deskriptif

Riset ini mendefenisikan sebagai riset untuk menggambarkan karakteristik/ gejala/fungsi suatu populasi. Riset model ini mempunyai kegunaan, di antaranya :

  • Untuk membuat estimasi persentase unit-unit dalam suatu populasi yang menunjukkan perilaku tertentu.
  • Untuk menggambarkan kelompok yang sesuai konsumen kelompok sales, area pasar, dan lain-lainnya.
  • Untuk menentukan karakteristik suatu produk.
  • Untuk menentukan tingkatan dimana variabel-variabel yang diteliti berhubungan satu sama lainnya.
  • Untuk membuat prediksi

Karakteristik riset deskriptif, diantaranya ialah :

  • Didahului dengan perumusan hipotesis
  • Desain dirancang secara terstruktur dan terencana, serta tidak fleksibel.
  • Mengutamakan akurasi dan didasarkan pada pemahaman masalah sebelumnya.

3.    Riset Kausal

Riset ini dimaksudkan untuk membuktikan hubungan sebab akibat atau hubungan mempengaruhi dan dipengaruhi dari variable-variabel yang diteliti. Dalam hal ini periset atau manajemen akan berusaha untuk menentukan variabel-variabel  yang mempengaruhi atu menyebabkan perubahan variabel-variabel yang lain. variabel yang mempengaruhi disebut juga sebagai variabel independent, sedangkan variabel yang terpengaruh oleh  variabel independent disebut sebagai variabel dependen.

Dalam riset pemasaran, variable independent bisa berupa strategi pemasaran (seperti harga, kualitas produk, promosi, distribusi), kondisi lingkungan luar seperti daya beli konsumen, kondisi politik) atau faktor-faktor perilaku konsumen (misalnya demografik konsumen). Variable dependen dapat berupa volume penjualan, tingkat kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan, dan sebagainya.

3.4.2.Tipe-tipe Skala Pengukuran dan Varibel

Skala pengukuran merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengidentifikasi tanggapan yang diberikan oleh konsumen jika mereka diharuskan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah dirumuskan dalam suatu kuesioner. Ada 4 skala pengukuran yaitu skala pengukuran nominal, ordinal, interval dan rasio.

a.       Skala Nominal

Digunakan untuk mengklasifikasi objek, individual atau kelompok. Sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan dan area gografis. Dalam mengidentifikasi hal-hal yang diatas digunakan angka-angka sebagai simbol atau label. Dengan demikian kemungkinan obsi jawaban dalam angket jawaban menggunakan skala nominal hanya dua yaitu “ya” atau “tidak”.

b.      Skala Ordinal

Digunakan untuk memberikan informasi tentang jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh objek atau individu tertentu.  Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah sarana peringkat relatif tertentu yang memberikan informasi apakah  suatu objek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang, tetapi bukan beberapa banyak kekurangan dan kelebihan. Kuantifikasi tanggapan responden tetap menggunakan angka-angka sebagai simbol.

c.       Skala Interval

Mempunayai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu adanya interval yang tetap. Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karakteristik antara satu individu atau objek dengan yang lainnya . Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka. Angka-angka yang digunakan dapat dilakukan operasi aritmatika , misalnya dijumlahkan atau dikalikan.

d.      Skala Rasio

Skala ini  mempunyai karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal, ordinal dan interval dengan kelebihan skala ini mempunyai 0 sebagai empereis absolut. Nilai absolut nol tersebut terjadi pada saat ketidakhadirannya suatu karakteristik yang sedang diukur. Pengukuran rasio biasanya dalam bentuk perbandingan antara satu individu atau objek tertentu dengan lainnya.

3.4.3 langkah-langkah pengolahan data

Langkah 1, Editing Data : Proses editing merupakan proses dimana peneliti melakukan klarifikasi, keterbacaan, konsistensi, dan kelengkapan data yang sudah terkumpul. Proses klarifikasi menyangkut memberikan penjelasan mengenai apakah data yang sudah terkumpul akan menciptakan masalah konseptual atau teknis pada saat peneliti melakukan analisis data.

Langkah 2, Pengembangan Variabel : yang dimaksud dengan penegmbangan variabel ialah spesifikasi semua variabel yang diperlukan oleh peneliti yang tercakup dalam data yang sudah terkumpul, atau dengan kata lain apakah semua variabel yang diperlukan sudah termasuk dalam data. Apabila belum, ini bararti data yang terkumpul belum lengkap atau belum mencakup semua variabel yang sedang diteliti.

Langkah 3, Pengodean Data : pemberian kode pada data dimaksudkan untuk menerjemahkan data ke dalam kode-kode yang biasanya dalam bentuk angka. Tujuannya agar dapat dipindahkan ke dalam sarana penyimpanan, misalnya komputer dan analisis berikutnya. Dengan data yang sudah diubah dalam bentuk angka-angka maka peneliti akan lebih mudah mentransfer ke dalam komputer.

Lankah 4, Cek Kesalahan : peneliti melakukan pengecekan kesalahan sebelum dimasukkan ke dalam komputer untuk melihat apakah langkah-langkah sebelumnya sudah diselesaikan tanpa kesalahan yang serius.

Langkah 5, Membuat Struktur Data : peneliti membuat sstruktur data yang mencakup semua data yang dibutuhkan untuk analisis, kemudian dipindahkan ke dalam komputer. Penyimpanan data ke dalam komputer mempertimbangkan 1) apakah data disimpan dengan cara yang sesuai dan konsisten dengan penggunaan sebenarnya? 2) Apakah ada data yang hilang/rusak, dan belum dihitung? 3) Bagaimana caranya mengatasi data yang hilang atau rusak? 4) Sudahkah pemindahan data dilakukan secara lengkap?.

Langkah 6, Cek Praanalisis Komputer : struktur data yang sudah final dan kemudian disiapkan untuk analisis komputer. Akan tetapi, sebelumnya harus dilakukan pengecekan praanalisis komputer agar diketahui konsistensi dan kelengkapan data.

Langkah 7, Tabulasi : tabulasi merupakan kegiatan menggambarkan jawaban responden dengan cara tertentu. Tabulasi juga dapat digunakan untuk menciptakan statistik deskriptif varibel-variabel yang diteliti atau yang variabel yang akan ditabulasi silang.

3.5. Pengelompokan Riset Pemasaran

Dalam riset pemasaran ada empat pengelompokan, yakni:

1.    Analisis Konsumen

Dalam riset pemasaran, analisis konsumen bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan/respon masyarakat terhadap harga produk, distribusi produk, promosi, kualitas produk dan tingkat pelayanan konsumen yang dikeluarkan oleh perusahaan.

2.    Analisis Persaingan

Dalam riset pemasaran, analisis persaingan ini dilakukan untuk mengetahui pangsa pasar. Disini dianalisa tingkat daya saing produk bila dibandingkan dengan produk sejenis dipasaran. Hal ini dapat dilihat dari segi tingkat harga yang ditawarkan perusahaan, apakah sesuai dengan kualitas produk yang diberikan dan bagaimana peluang pemasarannya jika dibandingkan dengan produk lain, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan dan daya beli konsumen sehingga dapat dibuat program-program pemasaran guna meningkatkan pangsa pasar.

3.     Analisa Operasional

Analisis operasional ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana keefektifan sistem distribusi, periklanan, promosi penjualan, tenaga penjualan dan harga yang dijalankan oleh perusahaan.

4.     Analisis Lingkungan

Dalam riset pemasaran, analisis lingkungan dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi lingkungan luar yang berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan perusahaan di pasaran. Selain itu, analisa ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi perusahaan dalam menghadapi lingkungan luar pasar yang selalu berubah-ubah dan tidak terkendali.

 

disusun oleh

EKA MAYASARI RACHMAN, ST (D221 06 001)

NURFAISAH ARSAL, ST (D221 06 020)

INDUSTRIAL ENGINEERING 2006

HASANUDDIN UNIVERSITY

laporan kp eka n icha BARU


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s